Artikel

Outdoor Activity untuk Tumbuh Kembang Anak

“Anak saya jarang main di luar rumah. Dia lebih banyak main di dalam rumah atau menonton TV. Saya tidak punya waktu menemaninya main di luar karena begitu keluar rumah, ia terlalu asik bermain, memanjat pohon, dsb sehingga tidak mau pulang…”, begitu cerita seorang ibu kepada saya. Ibu lain keluhannya berbeda, “saya malas mencuci sepeda anak yang kotor terkena tanah, lebih baik dia main sepeda di halaman rumah saja.”

Orangtua dan pengasuh mungkin banyak yang merasa repot ketika harus mengejar anaknya yang berlari-lari, menyentuh itu ini, memanjat dan sebagainya saat bermain outdoor. Dengan pemikiran ingin anaknya tertib dan bersih, banyak yang memilih anaknya untuk bermain di dalam rumah saja dibandingkan bermain di luar. Padahal banyak ahli mengatakan bahwa bermain outdoor sangat baik untuk membantu tumbuh kembang anak.

Angela Hanscom, seorang Pediatric Occupational Therapist mengatakan bahwa anak belajar mengembangkan kemampuan keseimbangan, reflek, konsentrasi dan kekuatan fisik melalui permainan outdoor yang tidak terstruktur. Ia bahkan menyarankan anak setidaknya memiliki waktu 3 jam untuk bermain outdoor. #suwarnapotentia #psychologicalservicesandplaytherapyserpong

Stress Orangtua Mempengaruhi Perkembangan Anak

Sepasang orangtua mengeluhkan anaknya karena sulit berkonsentrasi dan sulit diatur. Dari sejak datang kedua orangtuanya berkali-kali memarahi dan melarang si anak yang aktif memainkan barang-barang yang ada. Semakin dimarahi, wajah si anak semakin tegang dan semakin banyak tingkah polahnya yang terus disalahkan. Si anak menjadi lebih tenang, lebih fokus dan ekspresi wajahnya lebih relaks ketika orangtuanya pergi. Dia kembali aktif bertingkah ketika orangtuanya datang dan mulai memarahi.
Penelitian menunjukkan bahwa stress pada orangtua mempengaruhi interaksinya dengan anak sehingga mempengaruhi perkembangan emosi dan perilaku anak (Mc.Kay, 1996). Semakin tinggi tingkat stress orangtua, semakin anak memunculkan perilaku bermasalah (Cornelius, 1987).
Ada banyak cara yang dapat dilakukan orangtua untuk memperbaiki hubungan dengan anak. Salah satunya dengan bermain non-directive. Anda dapat menghubungi Suwarna Potentia untuk mendapat informasi lebih lanjut di 085921702407.

Kaya di Dalam Keterbatasan

Keluarga muda yang sederhana itu masuk ke ruangan untuk skrining anak mereka dengan saya. Anak usia 3th dengan Down Syndrom, saat ini ia masih mengalami banyak keterlambatan perkembangan dan masih belajar berjalan.
Si anak tampak ceria dan gembira dengan orangtuanya. Saya dapat melihat dengan jelas rasa sayang dan penerimaan orangtua terhadap kondisi anaknya. Sambil sesekali menerima telepon dari tempat kerjanya, si ayah terus membantu anak melakukan beberapa hal dan meladeni komunikasi non verbal anaknya yang memang belum bisa bicara. Ayahnya seorang karyawan di perusahaan kecil dan ia khusus cuti untuk mengantar anak istrinya skrining hari ini.
Saya bisa saja merekomendasikan berbagai terapi untuk membantu perkembangan si anak. Namun saya pilihkan terapi yang prioritas karena tentunya dibutuhkan biaya besar jika mereka harus mengikuti berbagai terapi.
Saya kagum dengan keluarga ini. Saya terus mengamati hingga mereka pulang menaiki kendaraan tanpa tahu saya perhatikan. Mereka tampak kompak dan sabar satu sama lain. Mungkin tidak semua keluarga mengalami seperti mereka. Masih banyak keluarga yang berjuang untuk menerima kondisi anak, ada yang berjuang untuk memiliki waktu bersama, dan masih banyak yang bergelut untuk mengambil langkah menemui pihak profesional yang bisa membantu masalah mereka.

Konseling Untuk Anak, Seberapa Perlu?

Parents, apa yang membatasi Anda untuk tidak mencari bantuan dalam menangani masalah anak?
Tidak ada waktu, repot, pertimbangan biaya dan jarak tempuh ke lokasi berangkali merupakan salah satu alasannya. Atau kita berpikir untuk membiarkan anak berubah sendiri seiring bertambahnya usia. Padahal dari banyak kasus, banyak orang dewasa yang memiliki masalah yang berakar dari masalah di masa kecil yang tidak terselesaikan. Tidak ada salahnya kita meminta bantuan professional yang sudah terlatih untuk membantu permasalahan anak. Terapi untuk anak-anak adalah intervensi awal dengan kurun waktu 3 hingga 5 bulan untuk memprosesnya, tentunya dengan komitmen dan konsistensi.
Ketika masalah anak tidak ditangani dengan segera maka masalah akan semakin kompleks sehingga penanganannya membutuhkan waktu lebih lama, terutama ketika anak sudah menjelang remaja bahkan perlu penanganan bertahun-tahun untuk klien dewasa.

 

Suwarna Potentia Counseling
085921702407
suwarna.potentia@yahoo.com
clara.melly@yahoo.com

KONSULTASI DENGAN KAMI